Rabu, 15 November 2017

Ruang Lingkup Public Relation



      
Ruang Lingkup Public relation



      
            Barangkali anda mengira bahwa humas itu hanya terdiri dari urusan hubungan pers atau hubungan media, karena radio dan televisi juga sering dilibatkan. Namun sesungguhnya, humas jauh lebih luas dari sekedar penyelanggaraan hubungan yang baik antara pihak perusahaan atau organisasi dengan pihak media. Humas modern mencakup semua urusan yang harus diperhatikan oleh semua organisasi atau perusahaan public atau swasta, komersial maupun nirlaba. Bidang yang diurusnya bahkan lebih luas dari bidang pemasaran atau periklanan. Pihak yang harus dilayaninya bukan hanya konsumen, melainkan semua pihak yang memang terkait dengan suatu organisasi atau perusahaan, yaitu mulai dari masyarakat secara keseluruhan, para pemilik atau pemegang saham, pegawai, dan lain-lain.
            Dalam setiap bidang pekerjaan, sudah secara otomatis terdapat ruang lingkup bidang pekerjaan. Ruang lingkup ini merupakan hal - hal apa saja yang akan dikerjakan atau menjadi sasaran kegiatan Public Relations. Untuk itu seorang PR baik sebagai akademisi maupun praktisi hendaknya memahami ruang lingkup humas . Ini dapat dijadikan pedoman setiap kali Ia merasa sudah mulai keluar dari jalurnya. Agar bisa kembali pada jalur yang sudah ditentukan yang merupakan wilayah profesi seorang humas.
            Pada masa lalu, praktisi humas berpandangan bahwa humas hanya sebagai komunikasi satu arah yang bertujuan membujuk pihak lain. Namun dewasa ini pandangan mengenai pengertian humas mulai mengalami perubahan dan memasuki aspek komunikasi atau hubungan dua arah (Two way communication). Public relation itu ruang lingkupnya sangat luas, bukan hanya hubungan masyarakat, media massa, pemerintah ataupun pemasaran. Humas atau yang dikenal dengan Public Relations  (PR) dalam pelaksanaannya memiliki ruang lingkup yang wajib diketahui oleh pada praktisi humas saat ini.
      Ruang Lingkup PR  (humas)  dibagi menjadi 2 yaitu Internal dan Eksternal
      Publik internal : adalah publik yang berada di dalam sebuah organisasi atau perusahaan, Publik internal ini disesuaikan dengan bentuk daripada organisasi yang bersangkutan apakah bentuk perusahaan jasa/dagang. Instansi pemerintahan atau lembaga pendidikan. Menurut Griswold “Mencapai karyawan yang mempunyai kegairahan kerja adalah tujuan Intenal public relation”
                  Berdasarkan tujuan internal public relation diatas adalah untuk menciptakan hubungan baik yang harmonis dalam rangka memperoleh kesediaan kerjasama diantara orang- orang yang menjadi bagian dari organisasi serta memungkinkan orang- orang tersebut untuk ikut berpartisipasi lebih tinggi dengan mendapatkan kepuasan dari hasilnya.
      Contoh dari publik internal yaitu:
o      Publik pegawai (Employee public)
o      Publik Manager (Manager public)
o      Publik Pemegang saham ( Stockholder)
o       Publik Buruh (Labour public)
       Publik eksternal : adalah publik yang berada diluar organisasinya yang harus diberikan penerangan/ informasi untuk dapat membina hubungan/ nama baik (Goodwill). Sama dengan internal PR, maka eksternal PR pun disesuaikan dangan jenis, sifat dan karakter dari organisasinya. Menurut Oemi Abdurachman menyebutkan salah satu tujuan eksternal public relation adalah “Untuk mengeratkan hubungan dengan orang-orang diluar badan atu instansi hinga terbentuklah opini publik yang favorable terhadap badan itu”. Tujuan dibinanya hubungan dengan eksternal adalah Untuk memperoleh dan meningkatkan citra yang baik dari publik eksternal terhadap organisasi serta untuk mendapatkan kepercayaan dan penilaian yang positif dari publiknya dan bila perlu untuk memperbaiki citra tersebut.
Secara sederhana lingkup pekerjaan yang biasa dilakukan public relations dapat disingkat menjadi PENCILS, yaitu :
a)      Publication & publicity, yaiotu mengenalkan perusahaan kepada publik.
b)      Events, mengorganisasi event atau kegiatan sebagai upaya membentuk citra.
c)   News, pekerjaan seorang public relations adalah menghasilkan produk-produk tulisan yang sifatnya menyebarkan informasi kepada publik.
d)  Community involvement, public relations mesti membuat program-program yang ditujukan untuk menciptakan keterlibatan komunitas atau masyarakat sekitarnya.
e)      Identity Media, merupakan pekerjaan public relations dalam membina hubungan dengan media (pers)
f)   Lobbying, public relations sering melakukan upaya persuasi dan negoisasi dengan berbagai pihak.
g)   Social investment, pekerjaan public relations untuk membuat program-program yang bermanfaat bagi kepentinagn dan kesejahteraan sosial
            Dalam menjalankan kewajibannya sebagai humas , seorang humas harus menyadari kedudukannya serta apa saja yang menjadi wewenangnya, karena tidak semua hal menjadi wewenang humas. Tetapi mesti diingat ada pihak lain juga yang terlibat di dalamnya. Jangan sampai ada pihak yang merasa terabaikan oleh kinerja seorang humas..
Referensi:
Anggoro,  M. Linggar. 2005.Teori dan Profesi Kehumasan. Jakarta:  PT Bumi Aksara
Kriyantono,Rachmat. 2008. Public Relation Writing. Jakarta: Kencana




2 komentar:

  1. assalamulaikum
    ekternal sama internal ko gak ada

    BalasHapus
  2. Assalamu'alaikum,,om/kak ,,tolong berikan contoh ruang lingkup yang mancakup segala tujuan Humas/piar

    BalasHapus