Ruang Lingkup
Public relation
Barangkali anda mengira bahwa humas itu hanya terdiri
dari urusan hubungan pers atau hubungan media, karena radio dan televisi juga
sering dilibatkan. Namun sesungguhnya, humas jauh lebih luas dari sekedar
penyelanggaraan hubungan yang baik antara pihak perusahaan atau organisasi
dengan pihak media. Humas modern mencakup semua urusan yang harus diperhatikan
oleh semua organisasi atau perusahaan public atau swasta, komersial maupun
nirlaba. Bidang yang diurusnya bahkan lebih luas dari bidang pemasaran atau
periklanan. Pihak yang harus dilayaninya bukan hanya konsumen, melainkan semua
pihak yang memang terkait dengan suatu organisasi atau perusahaan, yaitu mulai
dari masyarakat secara keseluruhan, para pemilik atau pemegang saham, pegawai,
dan lain-lain.
Dalam setiap bidang pekerjaan, sudah secara otomatis
terdapat ruang lingkup bidang pekerjaan. Ruang lingkup ini merupakan hal - hal
apa saja yang akan dikerjakan atau menjadi sasaran kegiatan Public Relations.
Untuk itu seorang PR baik sebagai akademisi maupun praktisi hendaknya memahami
ruang lingkup humas . Ini dapat dijadikan pedoman setiap kali Ia merasa sudah
mulai keluar dari jalurnya. Agar bisa kembali pada jalur yang sudah ditentukan
yang merupakan wilayah profesi seorang humas.
Pada masa lalu, praktisi humas
berpandangan bahwa humas hanya sebagai komunikasi satu arah yang bertujuan
membujuk pihak lain. Namun dewasa ini pandangan mengenai pengertian humas mulai
mengalami perubahan dan memasuki aspek komunikasi atau hubungan dua arah (Two
way communication). Public relation itu ruang lingkupnya sangat luas, bukan
hanya hubungan masyarakat, media massa, pemerintah ataupun pemasaran. Humas atau yang dikenal dengan Public Relations (PR) dalam pelaksanaannya memiliki ruang lingkup
yang wajib diketahui oleh pada praktisi humas saat ini.
Ruang Lingkup PR (humas)
dibagi menjadi 2 yaitu Internal dan Eksternal
Publik internal : adalah
publik yang berada di dalam sebuah organisasi atau perusahaan, Publik internal
ini disesuaikan dengan bentuk daripada organisasi yang bersangkutan apakah
bentuk perusahaan jasa/dagang. Instansi pemerintahan atau lembaga pendidikan.
Menurut Griswold “Mencapai karyawan yang mempunyai kegairahan kerja adalah
tujuan Intenal public relation”
Berdasarkan
tujuan internal public relation diatas adalah untuk menciptakan hubungan baik
yang harmonis dalam rangka memperoleh kesediaan kerjasama diantara orang- orang
yang menjadi bagian dari organisasi serta memungkinkan orang- orang tersebut
untuk ikut berpartisipasi lebih tinggi dengan mendapatkan kepuasan dari
hasilnya.
Contoh dari publik internal
yaitu:
o Publik pegawai (Employee public)
o Publik Manager (Manager public)
o Publik Pemegang saham ( Stockholder)
o Publik Buruh (Labour public)
Publik eksternal : adalah publik yang
berada diluar organisasinya yang harus diberikan penerangan/ informasi untuk
dapat membina hubungan/ nama baik (Goodwill). Sama dengan internal PR,
maka eksternal PR pun disesuaikan dangan jenis, sifat dan karakter dari
organisasinya. Menurut Oemi Abdurachman menyebutkan salah satu tujuan eksternal
public relation adalah “Untuk mengeratkan hubungan dengan orang-orang diluar
badan atu instansi hinga terbentuklah opini publik yang favorable terhadap
badan itu”. Tujuan dibinanya hubungan dengan eksternal adalah Untuk memperoleh
dan meningkatkan citra yang baik dari publik eksternal terhadap organisasi serta
untuk mendapatkan kepercayaan dan penilaian yang positif dari publiknya dan
bila perlu untuk memperbaiki citra tersebut.
Secara sederhana lingkup pekerjaan yang biasa
dilakukan public relations dapat disingkat menjadi PENCILS, yaitu :
a) Publication &
publicity, yaiotu mengenalkan perusahaan kepada publik.
b) Events, mengorganisasi
event atau kegiatan sebagai upaya membentuk citra.
c) News, pekerjaan seorang public
relations adalah menghasilkan produk-produk tulisan yang sifatnya menyebarkan
informasi kepada publik.
d) Community involvement,
public relations mesti membuat program-program yang ditujukan untuk menciptakan
keterlibatan komunitas atau masyarakat sekitarnya.
e) Identity Media,
merupakan pekerjaan public relations dalam membina hubungan dengan media (pers)
f) Lobbying, public
relations sering melakukan upaya persuasi dan negoisasi dengan berbagai pihak.
g) Social investment,
pekerjaan public relations untuk membuat program-program yang bermanfaat bagi
kepentinagn dan kesejahteraan sosial
Dalam menjalankan kewajibannya sebagai humas , seorang
humas harus menyadari kedudukannya serta apa saja yang menjadi wewenangnya,
karena tidak semua hal menjadi wewenang humas. Tetapi mesti diingat ada pihak
lain juga yang terlibat di dalamnya. Jangan sampai ada pihak yang merasa
terabaikan oleh kinerja seorang humas..
Referensi:
Anggoro,
M. Linggar. 2005.Teori dan Profesi Kehumasan. Jakarta: PT Bumi
Aksara
Kriyantono,Rachmat.
2008. Public Relation Writing. Jakarta: Kencana

assalamulaikum
BalasHapusekternal sama internal ko gak ada
Assalamu'alaikum,,om/kak ,,tolong berikan contoh ruang lingkup yang mancakup segala tujuan Humas/piar
BalasHapus