Kedudukan Public Relations Corporate
Sebagai suatu
pendukung manajemen, kedudukan Humas sangat penting dan strategis bagi setiap korporat.
Tidak ada yang meragukan posisi itu. Namun, kerap menjadi pertanyaan kemudian,
apa dan bagaimanakah letak atau kedudukan Humas dalam struktur korporat,
sehingga pada akhirnya peran yang diharapkan akan dilakukan Humas itu bisa
terwujud? Dalam praktek, status dan besarnya perusahaan tidak otomatis diikuti
oleh kesadaran untuk menyelenggarakan fungsi Humas pula. Perusahaan besar tidak
berarti selalu memiliki departemen Humas yang besar. Banyak perusahaan besar
yang ternyata memiliki departemen Humas yang kecil. Sebaliknya, perusahaan yang
relatif kecil ternyata mempekerjakan banyak staf Humas,dan bahkan bagian Humas
itu masih pula dibantu oleh konsultan Humas dari luar organisasi.
Public Relations
(HUMAS), sekarang ini sudah semakin dikenal. Berbeda misalnya pada tahun tujuh
puluhan sampai tahun delapan puluhan, banyak masyarakat kita yang belum
mengenalnya secara jelas, bahkan masih meragukan kegunaan Public Relations.
Public Relation di tempat kelahirannya Amerika Serikat telah membuktikan
kemanfaatannya, sehingga setiap organisasi atau lembaga baik besar ataupun
kecil, banyak yang rela dan tidak ragu-ragu mengeluarkan dollar untuk
kepentingan Public Relations. Kegiatan hubungan dengan masyarakat yang sering
disebut Humas atau Public Relations, pada hakikatnya adalah suatu kegiatan
"yang pasti dilakukan oleh setiap lembaga, baik lembaga kedinasan, lembaga
swasta, Lembaga sosial, maupun lembaga pendidikan.
Hakekat PR adalah
komunikasi. Komunikasi yang menjadi ciri PR adalah komunikasi dua arah yang
memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik. Komunikasi timbal balik tersebut bersifat
tertunda (delayed). Upaya-upaya tersebut misalnya dengan menyediakan
sarana/media komunikasi seperti kotak surat, buletin, atau media internal,
rapat, dan sebagainya.
Public Relations
sebagaimana dijelaskan diatas, yaitu orang orang yang mempunyai kaitan
kepentingan dengan suatu organisasi yang melancarkan kegiatan Public Relations
itu,Peran Public Relations dalam sebuah perusahaan atau organisasi sangat
besar. Hal ini terlihat dari definisi Public Relations yang bertujuan untuk
menciptakan, mememelihara dan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan pihak
lain yaitu publik. Dalam hal ini PR memiliki peran komunikasi yang membentuk
sebuah hubungan yang menciptakan mutual understanding antara organisasi dengan publiknya.
Secara umum Public
Relations memiliki kedudukan yang sangat strategis, yakni berada di antara dua
pihak publik yakni publik lingkup internal maupun publik lingkup
eksternal. Seorang Public Relations Officer sesuai fungsinya
adalah sebagai “penyambung lidah’ perusahaan atau organisasi. Khususnya
dalam hal mengadakan hubungan timbal balik dengan publik yang berada di dalam
dan umumnya dengan publik-publik yang berada di luar perusahaan.
Keberhasilan suatu organisasi harus disertai dengan kesuksesan membangun relasi dengan seluruh komponen yang terlibat dalam sebuah sistem yang dijalani, baik secara internal maupun eksternal. Misalnya, sebuah perusahaan selalu memperhatikan “suara” atau “tanggapan” dari para konsumen atau pelanggannya. Hal ini penting karena suatu produk/jasa yang telah diberikan akan mendapat direspon oleh penggunannya.
Keberhasilan suatu organisasi harus disertai dengan kesuksesan membangun relasi dengan seluruh komponen yang terlibat dalam sebuah sistem yang dijalani, baik secara internal maupun eksternal. Misalnya, sebuah perusahaan selalu memperhatikan “suara” atau “tanggapan” dari para konsumen atau pelanggannya. Hal ini penting karena suatu produk/jasa yang telah diberikan akan mendapat direspon oleh penggunannya.
Kedudukan humas dan
kewenangan petugasnya dalam perusahaan tidak selalu dapat dinyatakan dengan tegas.
Menurut John Tondowijojo, jika humas di akui sebagai bagian jajaran kebijakan
pimpinan, humas harus berada langsung dibawah direksi. Humas harus mampu
menyampaikan kebijaksanaan pimpinan sehingga ia harus berada dipihak yang
berhubungan dengan pimpinan seluruh jajaran manajemen.
Kedudukan humas/PR
yakni menilai sikap masyarakat (public) agar tercipta keserasian antar
masyarakat dan kebijaksanaan korporat. Karena mulai dari aktivitas, program
Humas, tujuan (goal) dan hingga sasaran(target) yang hendak dicapai oleh perusahaan tersebut tidak terlepas dari
dukungan, serta kepercayaan citra positif dari pihak publiknya. Hingga saat ini
masih ada yang berselisih pendapat mengenai dimana kedudukan public relations
sesungguhnya di dalam suatu perusahaan. Jawabannya simple, tergantung tugas apa
yang diemban oleh tim public relations itu, kalau mereka harus meningkatkan
atau mempertahankan image korporat, maka kedudukannya berada dibawah CEO.
Referensi :
Rumanti, Sr Maria Assumpta. 2002. Dasar-dasar
Public Relations. Jakarta : Grasindo
Ruslan, Rosady. 2008. Manajemen Public Relations dan Media
Komunikasi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
John Tondowijojo, Kedudukan Humas dalam Organisasi, Bandung: Remaja Rosda Karya,
2004, hlm. 122.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar