Rabu, 22 November 2017

Kedudukan Public Relations Corporate







Kedudukan Public Relations Corporate
            Sebagai suatu pendukung manajemen, kedudukan Humas sangat penting dan strategis bagi setiap korporat. Tidak ada yang meragukan posisi itu. Namun, kerap menjadi pertanyaan kemudian, apa dan bagaimanakah letak atau kedudukan Humas dalam struktur korporat, sehingga pada akhirnya peran yang diharapkan akan dilakukan Humas itu bisa terwujud? Dalam praktek, status dan besarnya perusahaan tidak otomatis diikuti oleh kesadaran untuk menyelenggarakan fungsi Humas pula. Perusahaan besar tidak berarti selalu memiliki departemen Humas yang besar. Banyak perusahaan besar yang ternyata memiliki departemen Humas yang kecil. Sebaliknya, perusahaan yang relatif kecil ternyata mempekerjakan banyak staf Humas,dan bahkan bagian Humas itu masih pula dibantu oleh konsultan Humas dari luar organisasi.
            Public Relations (HUMAS), sekarang ini sudah semakin dikenal. Berbeda misalnya pada tahun tujuh puluhan sampai tahun delapan puluhan, banyak masyarakat kita yang belum mengenalnya secara jelas, bahkan masih meragukan kegunaan Public Relations. Public Relation di tempat kelahirannya Amerika Serikat telah membuktikan kemanfaatannya, sehingga setiap organisasi atau lembaga baik besar ataupun kecil, banyak yang rela dan tidak ragu-ragu mengeluarkan dollar untuk kepentingan Public Relations. Kegiatan hubungan dengan masyarakat yang sering disebut Humas atau Public Relations, pada hakikatnya adalah suatu kegiatan "yang pasti dilakukan oleh setiap lembaga, baik lembaga kedinasan, lembaga swasta, Lembaga sosial, maupun lembaga pendidikan.
            Hakekat PR adalah komunikasi. Komunikasi yang menjadi ciri PR adalah komunikasi dua arah yang memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik. Komunikasi timbal balik tersebut bersifat tertunda (delayed). Upaya-upaya tersebut misalnya dengan menyediakan sarana/media komunikasi seperti kotak surat, buletin, atau media internal, rapat, dan sebagainya.
            Public Relations sebagaimana dijelaskan diatas, yaitu orang orang yang mempunyai kaitan kepentingan dengan suatu organisasi yang melancarkan kegiatan Public Relations itu,Peran Public Relations dalam sebuah perusahaan atau organisasi sangat besar. Hal ini terlihat dari definisi Public Relations yang bertujuan untuk menciptakan, mememelihara dan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan pihak lain yaitu publik. Dalam hal ini PR memiliki peran komunikasi yang membentuk sebuah hubungan yang menciptakan mutual understanding antara organisasi dengan publiknya.
            Secara umum Public Relations memiliki kedudukan yang sangat strategis, yakni berada di antara dua pihak publik yakni publik lingkup internal maupun publik lingkup eksternal.  Seorang Public Relations Officer sesuai fungsinya adalah sebagai “penyambung lidah’ perusahaan atau organisasi. Khususnya dalam hal mengadakan hubungan timbal balik dengan publik yang berada di dalam dan umumnya dengan publik-publik yang berada di luar perusahaan.
            Keberhasilan suatu organisasi harus disertai dengan kesuksesan membangun relasi dengan seluruh komponen yang terlibat dalam sebuah sistem yang dijalani, baik secara internal maupun eksternal. Misalnya, sebuah perusahaan selalu memperhatikan “suara” atau “tanggapan” dari para konsumen atau pelanggannya. Hal ini penting karena suatu produk/jasa yang telah diberikan akan mendapat direspon oleh penggunannya.
            Kedudukan humas dan kewenangan petugasnya dalam perusahaan tidak selalu dapat dinyatakan dengan tegas. Menurut John Tondowijojo, jika humas di akui sebagai bagian jajaran kebijakan pimpinan, humas harus berada langsung dibawah direksi. Humas harus mampu menyampaikan kebijaksanaan pimpinan sehingga ia harus berada dipihak yang berhubungan dengan pimpinan seluruh jajaran manajemen. 
            Kedudukan humas/PR yakni menilai sikap masyarakat (public) agar tercipta keserasian antar masyarakat dan kebijaksanaan korporat. Karena mulai dari aktivitas, program Humas, tujuan (goal) dan hingga sasaran(target) yang hendak dicapai oleh  perusahaan tersebut tidak terlepas dari dukungan, serta kepercayaan citra positif dari pihak publiknya. Hingga saat ini masih ada yang berselisih pendapat mengenai dimana kedudukan public relations sesungguhnya di dalam suatu perusahaan. Jawabannya simple, tergantung tugas apa yang diemban oleh tim public relations itu, kalau mereka harus meningkatkan atau mempertahankan image korporat, maka kedudukannya berada dibawah CEO.
Referensi :
Rumanti, Sr Maria Assumpta. 2002. Dasar-dasar Public Relations. Jakarta : Grasindo
Ruslan, Rosady. 2008. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
John Tondowijojo, Kedudukan Humas dalam Organisasi, Bandung: Remaja Rosda Karya, 2004, hlm. 122.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar