Senin, 13 November 2017

Pengantar Public relation (PR)


Mengenal Lebih Jauh Tentang Public Relation (Hubungan Masyarakat)


    
 Pada umumnya sebagian besar masyarakat tentunya sudah mengenal poisisi Hubungan Masyarakat yang disebut PR (Public Relations). Keberadaan PR sering di jumpai di sebuah perusahaan atau organisasi dan mempunyai peran yang sangat penting, karena menyangkut pencitraan yang baik pada sebuah perusahaan atau organisasi.
        Public relation adalah interaksi dan menciptakan opini publik sebagai input yang menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan merupakan profesi yang profesional dalam bidangnya karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi dengan secara tepat dan dengan secara terus menerus karenapublic relation merupakan kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan (Maria, 2002, p.7). 
            Hal ini didukung oleh pendapat Alma yang mengatakan bahwa “public relation adalah kegiatan komunikasi yang dimaksudkan untuk membangun citra yang baik terhadap perusahaan” (2002, p.145). Sedangkan Marston mengatakan “public relation adalah suatu perencanaan dengan menggunakan komunikasi persuasif untuk mempengaruhi persepsi masyarakat” (1999, p.1). Scholz (1999,p.2) mengatakan bahwa “public relation adalah suatu perencanaan yang mendorong untuk mempengaruhi persepsi masyarakat melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial berdasarkan suatu komunikasi timbal balik untuk mencapai keuntungan pada kedua belah pihak”.
            Public Relations dalam sebuah perusahaan atau organisasi sangat besar. Hal ini terlihat dari definisi Public Relations yang bertujuan untuk menciptakan,mememelihara dan mengembangkan hubungan yang harmonis dengan pihak lain yaitu publik. Dalam hal ini PR memiliki peran komunikasi yang membentuk sebuah hubungan yang menciptakan mutual understanding antara organisasi dengan publiknya.
            Kegiatan Public Relations adalah kegiatan yang ditujukan untuk publiknya. Berdasarkan jenis publiknya kegiatan Public Relations terbagi menjadi dua yaitu kegiatan internal dan kegiatan eksternal. Kegiatan Internal Public Relations merupakan kegiatan yang ditujukan untuk publik internal organisasi/perusahaan yaitu keseluruhan elemen yang berpengaruh secara langsung dalam keberhasilan perusahaan, seperti karyawan, manajer, supervisor, pemegang saham, dewan direksi perusahaan dan sebagainya dengan menjalin hubungan yang harmonis antara pihak-pihak yang terkait dalam perusahaan maka akan tercipta iklim kerja yang baik. Dengan begitu kegiatan operasional perusahaan akan berjalan dengan lancar.
            Kegiatan Eksternal Public Relations ditujukan untuk publik eksternal organisasi/perusahaan, yaitu keseluruhan elemen yang berada di luar perusahaan yang tidak berkaitan secara langsung dengan perusahaan, seperti masyarakat sekitar perusahaan, pers, pemerintah, konsumen, pesaing dan lain sebagainya. Dengan begitu maka akan tercipta hubungan yang harmonis antara organisasi/ perusahaan dengan publik eksternalnya, sehingga dapat menimbulkan citra baik atas perusahaan dimata publiknya.
            Perusahaan harus mampu berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat di sekitarnya dengan cara menjalin hubungan/relasi dengan publik. Public Relation (PR) dalam pelaksanaannya akan selalu berhubungan dengan segala hal yang berkaitan dengan perusahaan, apakah itu berita, peluncuran produk baru, kebijakan perusahaan dan hal lainnya yang harus dikomunikasikan baik melalui internal maupun eksternal. Tugas PR bukan sekedar menciptakan citra seolah-olah terlihat kuat dalam posisi keberadaannya saja namun juga menciptakan agar organisasi kondusif, memiliki iklim kerja yang sehat, kuat dalam hubungan sosial serta mempunyai kinerja sumberdaya manusia yang tinggi.  
            Seorang public relations dituntut harus bisa membangun serta mempertahankan hubungan baik dengan masyarakat sehingga tercipta reputasi, citra dan komunikasi yang baik dan bermanfaat antara organisasi dan masyarakat. Kesuksesan atau kegagalan dari sebuah organisasi dapat dipengaruhi oleh kegiatan humas atau Public Relations (PR) itu sendiri. Citra perusahaan bukan hanya dilakukan oleh seorang PR , tetapi juga didukung oleh perilaku seluruh unsur perusahaan ( karyawan, manajer, dan lainnya ) ikut andil dalam pembentukan citra ini, baik disadari atau tidak. Perilaku itu berkaitan dengan tugas atau tidak, misalnya, seorang karyawan bank yang melakukan prostitusi yang ditangkap oleh polisi lalu terekspos media dan diketahui oleh masyarakat luas , maka hal tersebut secara tidak langsung akan berdampak negatif terhadap nama baik bank tersebut.
            Kita ingat bahwa salah satu prinsip dasar komunikasi ialah (we can’t not communicate). Artinya, apapun perilaku kita verbal atau non verbal, berpotensi mengkomunikasikan makna tertentu bagi orang lain, terlepas dari sengaja atau tidak sengaja, disadari atau tidak.

Referensi:
Anne Gregory, Public Relation Dalam Praktik, Erlangga, Jakarta,  2005, hlm 41.
Scott M. Cutlip, et al, Effective Public Relation, KENCANA, Jakarta, 2006, hlm 255.
M. Linggar Anggoro, Estu Rahayu, Teori dan  profesi kehumasan serta aplikasinya di Indonesia, PT. Bumi Aksara, Jakarta, 2002, hlm 130.
http://e-journal.uajy.ac.id/1462/2/1KOM02391.pdf diakses tanggal 10 November 2017 pukul 20.00 WIB



Tidak ada komentar:

Posting Komentar