Rabu, 06 Desember 2017

Media PR





Media Public relation




            Untuk menyampaikan sesuatu ide dan informasi dapat dilakukan dengan berbagai jalan dengan menggunakan berbagai media. Media memegang peranan penting dalam mensukseskan upaya Humas. Lebih-lebih bila dilihat populasi jangkauan Humas sangat luas dan banyak jumlahnya.
Setiap media memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing, namun dengan digunakan secara terpadu, maka akan saling melengkapi satu dengan yang lain.
            Media Humas (PR Media) adalah segala bentuk media (sarana/saluran/channel) yang digunakan oleh seorang praktisi humas dalam pekerjaannya dengan tujuan mempublikasikan secara luas dengan tujuan agar produk atau jasa yang humas pasarkan lebih dikenal oleh masyarakat.Media humas lebih bersifat kepada publikasi dan komunikasi. Media komunikasi yang penting digunakan humas adalah dalam kemitraannya dengan media pers (cetak atau elektronik) yang dikenal dengan media relations (hubungan media) atau press relations (hubungan pers).
            Dalam dunia kerja hubungan media adalah aktivitas yang dilakukan oleh individu ataupun profesi humas suatu organisasi untuk menjalin pengertian dan hubungan baik dengan media massa dalam rangka pencapaian publikasi organisasi yang maksimal serta berimbang (balance), yang mana pada akhirnya nanti mampu menciptakan keuntungan bagi kedua belah pihak baik itu dari perusahaan ataupun media nya.
            Public Relations membutuhkan media, dan media membutuhkan Public Relations, inilah realita dalam pekerjaan seorang Public Relations, seorang public relations dapat menyampaikan pesan – pesan nya kepada Stake Holder yang jumlahnya sangat banyak serta tersebar di berbagai tempat, hanya dengan menggunakan media massa. Sedangkan bagi media 2 massa sendiri, praktisi Public Relations merupakan sumber informasi untuk berita yang akan mereka buat. (Darmastuti, 2012 : 1)
            Menurut Cutlip, Center and Broom dalam bukunya Effective Public Relations (1994 : 263 -273) mengklasifikasikan media dalam tiga kategori, dimana ketiga macam media itu dapat digunakan untuk publik internal dan publik eksternal, yakni : 1.) The Printed word (Media Tertulis/Tercetak) contohnya : Majalah perusahaan, Surat kabar perusahaan, Pamplets, Leaflets, Brochures, Booklets, Buku pedoman kerja karyawan, Press Release, Letters, Bulletin Boards, Poster, Billboards, NaskahPidato, dan lain-lain.  2.) The Spoken Words (Media Lisan) : Meeting, Closed Circuit Television, Telaconferecing, Telephone, Konferensi Pers, Siaran Radio, Press Interview, Tape Recorder, Press Tour, Dll. 3.) The Image (Media Audio Visual) : Televisi, Film, Slides Film, Open House, Stage Event, Art Program, Pameran, Demonstrasi. Masing-masing media dalam menyampaikan pesan-pesannya juga mempunyai kekhususan. Media cetak dapat dibaca kapan saja tetapi untuk televisi dan radio hanya dapat dilihat sekilas dan tidak dapat diulang. Upaya menyampaikan informasi baik melalui media cetak, audio , dan audio visual masing-masing memiliki kelebihan dan juga kekurangan.
            Seorang praktisi humas harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai media massa karena pemilihan media massa yang tepat akan menemukan keberhasilan penyebaran pesan kepada khalayak sasaran yang dituju. Namun, hal yang pertama kali harus diketahui adalah memahami jenis media massa dan sifat dari masing-masing media tersebut. Media massa televisi misalnya, meskipun sama dengan radio dan film yang tergolong dalam media elektronik, tetapi mempunyai ciri dan sifat yang berbeda, terlebih lagi dengan media massa cetak seperti surat kabar dan majalah.  
            Pemberitaan buruk tentang perusahaan di media berarti masalah besar bagi seorang praktisi humas, karena ia harus berhadapan dengan pimpinan yang tidak puas dengan hasil kerjanya. Selain itu, dapat mengakibatkan memburuknya hubungan dengan wartawan dan redaksi media yang bersangkutan. Oleh karena itu membangun hubungan baik dengan media sangat membantu insan humas atau Public Relations dalam melaksanakan tugasnya. Untuk kelancaran berinteraksi dengn media inilah Public Relations harus membangun hubungan baik dan memberikan pengertian tentang cara kerja Pers kepada pimpinan dan bagian – bagian lain dalam perusahaan. Oleh sebab itu, penting sekali bagi (calon) praktisi Public Relations untuk memahami seluk beluk dunia media massa. Untuk bisa memahami media massa, mereka perlu memahami mediascape Indonesia mutakhir. Karena dunia media massa Indonesia mengalami perubahan mendasar sejak reformasi bergulir di Indonesia. Ditambah lagi dengan munculnya media baru, khususnya yang memanfaatkan internet, yang memungkinkan juga munculnya praktek e-public relations atau cyber-public relations. (Iriantara, 2005, 15)

Referensi :
Widjadja, H.A.W. 2008. Komunikasi : Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. Jakarta: Bumi Aksara
Abdurachman, Oemi. 2001. Dasar-Dasar Public Relation. Bandung: PT Citra Aditya Bakti
http://repository.uin-suska.ac.id/4874/2/BAB%20I.pdf diakses tanggal 6 Desember 2017 pukul 13.00

Tidak ada komentar:

Posting Komentar