Media Public relation
Untuk menyampaikan
sesuatu ide dan informasi dapat dilakukan dengan berbagai jalan dengan
menggunakan berbagai media. Media memegang peranan penting dalam mensukseskan
upaya Humas. Lebih-lebih bila dilihat populasi jangkauan Humas sangat luas dan
banyak jumlahnya.
Setiap media memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing,
namun dengan digunakan secara terpadu, maka akan saling melengkapi satu dengan
yang lain.
Media Humas (PR
Media) adalah segala bentuk media (sarana/saluran/channel) yang digunakan oleh
seorang praktisi humas dalam pekerjaannya dengan tujuan mempublikasikan secara
luas dengan tujuan agar produk atau jasa yang humas pasarkan lebih dikenal oleh
masyarakat.Media humas lebih bersifat kepada publikasi dan komunikasi. Media
komunikasi yang penting digunakan humas adalah dalam kemitraannya dengan media
pers (cetak atau elektronik) yang dikenal dengan media relations (hubungan
media) atau press relations (hubungan pers).
Dalam dunia kerja
hubungan media adalah aktivitas yang dilakukan oleh individu ataupun profesi
humas suatu organisasi untuk menjalin pengertian dan hubungan baik dengan media
massa dalam rangka pencapaian publikasi organisasi yang maksimal serta
berimbang (balance), yang mana pada akhirnya nanti mampu menciptakan keuntungan
bagi kedua belah pihak baik itu dari perusahaan ataupun media nya.
Public Relations
membutuhkan media, dan media membutuhkan Public Relations, inilah realita dalam
pekerjaan seorang Public Relations, seorang public relations dapat menyampaikan
pesan – pesan nya kepada Stake Holder yang jumlahnya sangat banyak serta
tersebar di berbagai tempat, hanya dengan menggunakan media massa. Sedangkan
bagi media 2 massa sendiri, praktisi Public Relations merupakan sumber
informasi untuk berita yang akan mereka buat. (Darmastuti, 2012 : 1)
Menurut Cutlip,
Center and Broom dalam bukunya Effective Public Relations (1994 : 263 -273)
mengklasifikasikan media dalam tiga kategori, dimana ketiga macam media itu
dapat digunakan untuk publik internal dan publik eksternal, yakni : 1.) The
Printed word (Media Tertulis/Tercetak) contohnya : Majalah
perusahaan, Surat kabar perusahaan, Pamplets, Leaflets, Brochures, Booklets,
Buku pedoman kerja karyawan, Press Release, Letters, Bulletin Boards, Poster,
Billboards, NaskahPidato, dan lain-lain. 2.) The Spoken Words (Media
Lisan) : Meeting, Closed Circuit Television, Telaconferecing, Telephone,
Konferensi Pers, Siaran Radio, Press Interview, Tape Recorder, Press Tour, Dll.
3.) The Image (Media Audio Visual) : Televisi,
Film, Slides Film, Open House, Stage Event, Art Program, Pameran, Demonstrasi. Masing-masing
media dalam menyampaikan pesan-pesannya juga mempunyai kekhususan. Media cetak
dapat dibaca kapan saja tetapi untuk televisi dan radio hanya dapat dilihat
sekilas dan tidak dapat diulang. Upaya menyampaikan informasi baik melalui
media cetak, audio , dan audio visual masing-masing memiliki kelebihan dan juga
kekurangan.
Seorang praktisi humas
harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai media massa karena pemilihan
media massa yang tepat akan menemukan keberhasilan penyebaran pesan kepada
khalayak sasaran yang dituju. Namun, hal yang pertama kali harus diketahui
adalah memahami jenis media massa dan sifat dari masing-masing media tersebut. Media
massa televisi misalnya, meskipun sama dengan radio dan film yang tergolong
dalam media elektronik, tetapi mempunyai ciri dan sifat yang berbeda, terlebih
lagi dengan media massa cetak seperti surat kabar dan majalah.
Pemberitaan buruk
tentang perusahaan di media berarti masalah besar bagi seorang praktisi humas,
karena ia harus berhadapan dengan pimpinan yang tidak puas dengan hasil
kerjanya. Selain itu, dapat mengakibatkan memburuknya hubungan dengan wartawan
dan redaksi media yang bersangkutan. Oleh karena itu membangun hubungan baik
dengan media sangat membantu insan humas atau Public Relations dalam
melaksanakan tugasnya. Untuk kelancaran berinteraksi dengn media inilah Public
Relations harus membangun hubungan baik dan memberikan pengertian tentang cara
kerja Pers kepada pimpinan dan bagian – bagian lain dalam perusahaan. Oleh
sebab itu, penting sekali bagi (calon) praktisi Public Relations untuk memahami
seluk beluk dunia media massa. Untuk bisa memahami media massa, mereka perlu
memahami mediascape Indonesia mutakhir. Karena dunia media massa Indonesia
mengalami perubahan mendasar sejak reformasi bergulir di Indonesia. Ditambah
lagi dengan munculnya media baru, khususnya yang memanfaatkan internet, yang
memungkinkan juga munculnya praktek e-public relations atau cyber-public
relations. (Iriantara, 2005, 15)
Referensi :
Widjadja, H.A.W. 2008. Komunikasi : Komunikasi dan Hubungan
Masyarakat. Jakarta: Bumi Aksara
Abdurachman, Oemi. 2001. Dasar-Dasar Public Relation. Bandung:
PT Citra Aditya Bakti
http://repository.uin-suska.ac.id/4874/2/BAB%20I.pdf
diakses tanggal 6 Desember 2017 pukul 13.00


Tidak ada komentar:
Posting Komentar