Rabu, 13 Desember 2017

PROFIL , MACAM-MACAM DAN POLA KOMUNIKASI PUBLIC RELATION



PROFIL , MACAM-MACAM DAN POLA KOMUNIKASI PUBLIC RELATION




         Sepanjang waktu kita melakukan komunikasi. Tidak ada jalan menghentikan proses komunikasi. Pada hakekatnya Public Relations ini merupakan metode komunikasi yang meliputi berbagai teknik komunikasi. Dimana didalam kegiatannya terdapat suatu usaha untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara suatu badan / perusahaan dengan publiknya. Disini diciptakan suatu aktifitas untuk membina dan memelihara sikap serta perilaku yang menyenangkan bagi suatu lembaga/ perusahaan disuatu pihak dengan public dipihak lain.
            Kegiatan komunikasi selalu terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kehidupan PR . Bagi PR dalam melaksanakan fungsi dan kegiatannya, berpusat pada komunikasi. Ini berarti tidak ada aktivitas tanpa ada komunikasi secara langsung maupun tidak langsung, verbal maupun non verbal dalam bentuk apapun. Komunikasi berdasarkan jenisnya terbagi menjadi tiga, Komunikasi intrapersonal, yaitu komunikasi dengan diri sendiri , dampaknya hanya dirasakan oleh diri kita sendiri ; Komunikasi interpersonal, yaitu komunikasi dengan orang lain , dampaknya dapat dirasakan pada waktu itu juga, oleh pihak yang terlibat;  Komunikasi melalui media massa , baru dirasakan dan tampak dalam beberapa waktu kemudian.  
             Pola komunikasi public relations dalam suatu organisasi pada prinsipnya adalah bahwa setiap bagian harus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuannya. Setiap bentuk organisasi, pendekatan dalam melakukan kegiatan komunikasi yang dipakai antara satu organisasi yang lain tidaklah sama, masing-masing mempunyai karakter yang memiliki variasi yang berbeda-beda. Untuk setiap karakter organisasi, misalnya dalam bentuk suatu perusahaan sangatlah tergantung pada skala besar kecilnya perusahaan tersebut. Jika bentuk perusahaan hanya memiliki beberapa orang karyawan, maka penyampaian informasi dapat dilakukan dengan secara langsung kepada para karyawan tersebut. Lain halnya dengan perusahaan besar yang memiliki ratusan bahkan ribuan karyawan, maka penyampaian informasi kepada mereka merupakan suatu pekerjaan yang mungkin sangat kompleks dan memerlukan kemampuan sumber daya manusia untuk dapat membuat konser dalam menentukan jaringan komunikasi yang efektif dan efesien di lingkungan perusahaan.
            Untuk menciptakan pola komunikasi yang efektif dan efisien dalam suatu organisasi , secara umum kegiatan public relations dapat berupaya untuk mengatur aktivitas komunikasi manajemen melalui pola komunikasi yang dapat dikelompokkan menjadi internal communication dan  eksternal communication baik itu dalam konteks saluran komunikasi formal maupun informal. Dalam prakteknya lingkup internal communication yang terjadi dalam suatu perusahaan atau organisasi baik itu dalam konteks alur komunikasi vertikal dar atas ke bawah (downward communication), alur komunikasi vertikal dari bawah ke atas (upward communication), alur komunikasi horizontal atau komunikasi ke samping (horizontal communication), dan alur komunikasi diagonal atau komunikasi silang (diagonal communication) ataupun lingkup external communication dalam konteks perusahaan atau organisasi kegiatan komunikasinya dapat dilakukan baik secara formal ataupun informal. Dengan demikian komunikasi PR dalam organisasi atau perusahaan dapat digolongkan pada komunikasi formal dan komunikasi informal. Dasar penggolongan ini adalah gaya, tata krama, dan pola aliran informasi yang dikirimkan, ditransfer, dan diterima melalui pola hierarki kewenangan organisasi yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi; yang biasanya disebut sebagai rantai komando; maka terjadilah komunikasi formal . Komunikasi formal dapat terjadi melalui pola komunikasi internal maupun eksternal. Namun, banyak juga pertukaran informasi di dalam organisasi terjadi dengan cara yang kurang sistematik dan lebih informal yang disebut sebagai komunikasi informal. Komunikasi informal dapat dilakukan oleh orang-orang yanga ada dalam organisasi tanpa memperdulikan jenjang hirarki, pangkat, kedudukan/jabatan, mereka berkomunikasi secara leluasa, biasanya terjadi diantara karyawan dalam suatu perusahaan yang dapat berinteraksi bebas satu sama lain terlepas dari kewenangan dan fungsi jabatan mereka. Sama halnya dengan komunikasi formal, komunikasi informal pun dapat dilakukan untuk pola komunikasi yang sifatnya eksternal, baik dari pihak organisasi kepada publik luar organisasi ataupun perusahaan, maupun dari publik luar kepada pihak organisasi ataupun perusahaan .

Referensi :
Yulianita, Neni. 2003. Dasar-Dasar Public Relation. Bandung: Pusat Penerbitan LP2M UNISBA
Widjadja, H.A.W. 2008. Komunikasi : Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. Jakarta: Bumi Aksara

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar