PROFIL
, MACAM-MACAM DAN POLA KOMUNIKASI PUBLIC RELATION
Sepanjang waktu kita melakukan komunikasi. Tidak ada jalan
menghentikan proses komunikasi. Pada hakekatnya Public Relations ini merupakan
metode komunikasi yang meliputi berbagai teknik komunikasi. Dimana didalam
kegiatannya terdapat suatu usaha untuk mewujudkan hubungan yang harmonis antara
suatu badan / perusahaan dengan publiknya. Disini diciptakan suatu aktifitas
untuk membina dan memelihara sikap serta perilaku yang menyenangkan bagi suatu
lembaga/ perusahaan disuatu pihak dengan public dipihak lain.
Kegiatan
komunikasi selalu terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kehidupan
PR . Bagi PR dalam melaksanakan fungsi dan kegiatannya, berpusat pada
komunikasi. Ini berarti tidak ada aktivitas tanpa ada komunikasi secara
langsung maupun tidak langsung, verbal maupun non verbal dalam bentuk apapun. Komunikasi
berdasarkan jenisnya terbagi menjadi tiga, Komunikasi intrapersonal, yaitu komunikasi
dengan diri sendiri , dampaknya hanya dirasakan oleh diri kita sendiri ; Komunikasi
interpersonal, yaitu komunikasi dengan orang lain , dampaknya dapat dirasakan
pada waktu itu juga, oleh pihak yang terlibat; Komunikasi melalui media massa , baru
dirasakan dan tampak dalam beberapa waktu kemudian.
Pola komunikasi public relations dalam suatu
organisasi pada prinsipnya adalah bahwa setiap bagian harus melakukan
komunikasi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuannya. Setiap bentuk
organisasi, pendekatan dalam melakukan kegiatan komunikasi yang dipakai antara
satu organisasi yang lain tidaklah sama, masing-masing mempunyai karakter yang
memiliki variasi yang berbeda-beda. Untuk setiap karakter organisasi, misalnya
dalam bentuk suatu perusahaan sangatlah tergantung pada skala besar kecilnya
perusahaan tersebut. Jika bentuk perusahaan hanya memiliki beberapa orang
karyawan, maka penyampaian informasi dapat dilakukan dengan secara langsung
kepada para karyawan tersebut. Lain halnya dengan perusahaan besar yang
memiliki ratusan bahkan ribuan karyawan, maka penyampaian informasi kepada
mereka merupakan suatu pekerjaan yang mungkin sangat kompleks dan memerlukan
kemampuan sumber daya manusia untuk dapat membuat konser dalam menentukan
jaringan komunikasi yang efektif dan efesien di lingkungan perusahaan.
Untuk menciptakan
pola komunikasi yang efektif dan efisien dalam suatu organisasi , secara umum
kegiatan public relations dapat berupaya untuk mengatur aktivitas komunikasi
manajemen melalui pola komunikasi yang dapat dikelompokkan menjadi internal
communication dan eksternal
communication baik itu dalam konteks saluran komunikasi formal maupun informal.
Dalam prakteknya lingkup internal communication yang terjadi dalam suatu
perusahaan atau organisasi baik itu dalam konteks alur komunikasi vertikal dar
atas ke bawah (downward communication), alur komunikasi vertikal dari
bawah ke atas (upward communication), alur komunikasi horizontal atau
komunikasi ke samping (horizontal communication), dan alur komunikasi diagonal
atau komunikasi silang (diagonal communication) ataupun lingkup external
communication dalam konteks perusahaan atau organisasi kegiatan komunikasinya
dapat dilakukan baik secara formal ataupun informal. Dengan demikian komunikasi
PR dalam organisasi atau perusahaan dapat digolongkan pada komunikasi formal
dan komunikasi informal. Dasar penggolongan ini adalah gaya, tata krama, dan
pola aliran informasi yang dikirimkan, ditransfer, dan diterima melalui pola
hierarki kewenangan organisasi yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi;
yang biasanya disebut sebagai rantai komando; maka terjadilah komunikasi formal
. Komunikasi formal dapat terjadi melalui pola komunikasi internal maupun
eksternal. Namun, banyak juga pertukaran informasi di dalam organisasi terjadi
dengan cara yang kurang sistematik dan lebih informal yang disebut sebagai
komunikasi informal. Komunikasi informal dapat dilakukan oleh orang-orang yanga
ada dalam organisasi tanpa memperdulikan jenjang hirarki, pangkat,
kedudukan/jabatan, mereka berkomunikasi secara leluasa, biasanya terjadi diantara
karyawan dalam suatu perusahaan yang dapat berinteraksi bebas satu sama lain
terlepas dari kewenangan dan fungsi jabatan mereka. Sama halnya dengan
komunikasi formal, komunikasi informal pun dapat dilakukan untuk pola
komunikasi yang sifatnya eksternal, baik dari pihak organisasi kepada publik
luar organisasi ataupun perusahaan, maupun dari publik luar kepada pihak
organisasi ataupun perusahaan .
Referensi :
Yulianita, Neni. 2003. Dasar-Dasar Public Relation. Bandung:
Pusat Penerbitan LP2M UNISBA
Widjadja, H.A.W. 2008. Komunikasi : Komunikasi dan Hubungan
Masyarakat. Jakarta: Bumi Aksara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar