Minggu, 07 Januari 2018

perbaikan uts audit pbs

1. ) Karakteristik dari lembaga keuangan syariah
v   Dalam menerima titipan dan investasi, Lembaga Keuangan Syariah harus sesuai dengan fatwa Dewan Pengawas Syariah
v   Hubungan antara investor (penyimpan dana), pengguna dana, dan Lembaga Keuangan Syariah sebagai intermediary institution (lembaga perantara), berdasarkan kemitraan, bukan hubungan debitur-kreditur
v   Bisnis Lembaga Keuangan Syariah bukan hanya berdasarkan profit oriented, tetapi juga falah oriented, yakni kemakmuran di dunia dan kebahagiaan di akhirat
v   Konsep yang digunakan dalam transaksi Lembaga Syariah berdasarkan prinsip kemitraan bagi hasil, jual beli atau sewa menyewa guna transaksi komersial, dan pinjam-meminjam (qardh/ kredit) guna transaksi sosial
v   Lembaga Keuangan Syariah hanya melakukan investasi yang halal dan tidak menimbulkan kemudharatan serta tidak merugikan syiar Islam. Dapat juga dilihat dari karakteristik atau ciri yang melekat pada ekonomi syariah :
1.  Berdasarkan prinsip syariah.
2. Larangan melakukan praktek riba atau bunga. Karakteristik ini melekat pada  operasional lembaga keuangan syariah (LKS). Setiap lembaga keuangan yang operasionalnya sesuai dengan syariah harus terhindar dari praktek riba atau bunga. Selama lembaga keuangan tersebut masih mempraktekkan riba atau bunga, maka operasional lembaga keuangan itu belum syariah.
3.  Menggiatkan praktek jual-beli. Karena, riba atau bunga dilarang dalam syariah Islam, maka sebagai solusinya praktek jual-beli dibuka lebar untuk dipraktekkan dalam operasional lembaga keuangan syariah.
4.  Mempraktekkan bagi hasil. Selain jual beli, praktek bagi hasil juga menjadi ciri khas dari praktek ekonomi syariah.
5.  Instrumen zakat. Zakat menjadi satu bagian yang penting dalam ekonomi Islam. Secara syar’i, zakat merupakan bagian kewajiban dan menjadi pilar dalam Islam.

2.) Dokumen menjadi begitu penting saat melakukan prosedur audit , karena dari sudut pandang auditor,dokumen sebagai bukti , dan bukti merupakan fakta dan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan kesimpulan audit. Bukti harus mempunyai hubungan dengan kriteria audit; objektif, relevan, dan bermakna (material). Dalam proses audit, auditor harus dapat menganalisis dan menentukan fakta dan informasi yang relevan, andal, dan berkaitan dengan tujuan audit. Sebagian besar pekerjaan auditor independen dalam rangka memberikan pendapat atas laporan keuangan terdiri dari usaha untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti audit. Rentang informasi ini sangat beragam kemampuannya dalam mempengaruhi auditor memutuskan apakah laporan keuangan telah disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Contoh dokumen tersebut seperti bukti dokumen sumber:
-          Pesanan Pembelian ,
-          Faktur
-          Surat Jalan
-          Perjanjian Hutang
-          Perjanjian Piutang
Dokumen akuntansi :
-      Bukti Kas Masuk/Keluar
     -      Penerimaan/Pengeluaran  Bank
     -      Jurnal Voucher

3.) Skema audit syariah :


Penjelasan :

(1) Planning Review Procedures

v  Harus direncanakan dengan matang agar selesai dengan efektif dan efisien.
v  Rencana tersebut harus mencakup pemahaman menyeluruh tentang operasi IFI dalam hal produk,operasi, lokasi, cabang, anak perusahaan dan divisi. Perencanaan tersebut harus mencakup daftar semua fatwa, peraturan dan pedoman yang dikeluarkan oleh SSB.
v  Memahami kegiatan, produk dan sikap manajemen terhadap kepatuhan terhadap syariah.
v  Rencana tersebut harus didokumentasikan dengan benar termasuk kriteria dan ukuran pemilihan sampel, dengan mempertimbangkan kompleksitas, dan frekuensi transaksi.

(2) Executing  Review Procedures & preparing working papers

            Prosedur pemeriksaan SSB biasanya meliputi:
v  Pemahaman tentang prosedur, komitmen dan pengendalian kepatuhan manajemen terhadap syariah;
v  meninjau kontrak, kesepakatan, dll;
v  memastikan apakah transaksi yang dilakukan merupakan produk yang diizinkan oleh SSB;
v  meninjau informasi dan laporan lain seperti surat edaran, notulen, laporan operasi dan keuangan, kebijakan dan prosedur, dll;
v  konsultasi / koordinasi dengan penasehat seperti auditor eksternal; dan
v  mendiskusikan temuan dengan manajemen IFI.


(3) Documenting Conclusions & Reporting to shareholders

v  SSB harus mendokumentasikan kesimpulan mereka dan menyiapkan laporan mereka kepada pemegang saham berdasarkan hasil kerja dan diskusi yang diadakan. Laporan SSB harus dibaca pada rapat umum tahunan IFI.
v  SSB harus menerapkan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu yang memadai untuk memastikan bahwa penilaian dilakukan sesuai dengan standar.
v  Prosedur pengendalian mutu dapat mencakup tinjauan terhadap semua dokumen kerja untuk memastikan bahwa prosedur penelaahan telah dipahami dan dijalankan dengan benar.
v  Diskusi tambahan dapat dilakukan dengan manajemen IFI, jika diperlukan, untuk memastikan bahwa semua masalah penting tercakup selama peninjauan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar